Info Seputar Probiotik Terbaik Khusus untuk Komunitas Kelas Probiotik

Soal Efek Gula Bagi Tubuh, Seperti Apa Gula Terbaik?

gula probiotik yang bagus
Kata 'gula' kini sudah menjadi momok bagi sebagian orang, lihat saja bagaimana penderita dengan gejala gula darah tinggi yang selalu berusaha menghindari gula. Lihat juga bagaimana beberapa terapi penanganan anak autis atau anak berkebutuhan khusus juga masih menekankan anak tidak mengkonsumsi gula. Bagaimana efek gula bagi tubuh, seperti apa gula terbaik, bagaimana cara tubuh menghindari gula, sementara badan kesehatan dunia sekelas WHO, menjelaskan bahwa gula adalah salah satu sumber pangan penting bagi tubuh. Tubuh tetap membutuhkan gula untuk keseimbangan metabolisme.

Mari kita perhatikan manfaat gula bagi peran penting organ liver/hati dalam tubuh kita masing - masing. Salah satu peran penting organ hati adalah menguraikan banyak obat agar menjadi bentuk yang lebih mudah diserap dan digunakan oleh tubuh. Selain itu hati juga mengubah gula menjadi trigliserida (lipid/lemak) dan glikogen (suatu bentuk glukosa/gula yang disimpan oleh hati) yang membantu mengatur kebutuhan tubuh. Glukosa yang berasal dari gula mencegah tubuh kekurangan energi yang dibutuhkan untuk beraktivitas. Liver yang sehat pastilah tersimpan glukosa dalam jumlah yang memadai. Namun demikian gula yang dirubah menjadi glukosa yang terkontaminasi logam berat maupun bahan berbahaya lain menyebabkan liver tak berfungsi dengan baik, akibatnya organ tubuh lain juga terkontaminasi.

Gula Bagi Anak Autis

Organ tubuh lain yang super sensitif pada anak autis dan anak berkebutuhan khusus lain adalah otak dan susunan syaraf pusat. Padahal satu - satunya sumber energi bagi otak dan susunan syaraf pusat dalam beraktivitas adalah glukosa yang ada pada organ liver. Bisa dibayangkan sampai kapan pusat sumber sistem sensorik dan motorik akan kembali normal ketika dalam livernya tidak memiliki ketersediaan glukosa yang cukup bila dibutuhkan.

Bila produksi enzim pencernaan tak optimal, efek gula bagi anak autis akan menganggu koordinasi sistem pencernaan dan syaraf sehingga menyebabkan daya serap usus meningkat akibatnya bahan - bahan yang seharusnya tidak terserap menjadi terserap, termasuk produk racun dari jamur, bakteri, dan parasit. Karena koordinasi terganggu berefek pada kerja otak anak yang terganggu pula, berimbas pada anak makin hiperaktif, menjadi tidak bisa diam. Proses terapi pun terganggu dan penyembuhan anak semakin lama. Seperti apa solusinya?, silahkan baca pada bahasan khusus anak autis.

Efek Gula Bagi Tubuh

Gula di dalam darah merupakan sumber energi bagi berbagai organ tubuh. Akan tetapi, kadar gula darah yang berlebihan justru dapat menjadi racun bagi tubuh. Kadar gula darah tinggi dalam jangka waktu lama dapat mengakibatkan menurunnya fungsi sel penghasil insulin di pankreas. Kadar gula darah yang tinggi menyebabkan pankreas terus memproduksi banyak insulin. Pada akhirnya, hal ini dapat menyebabkan kerusakan sel penghasil insulin di pankreas.

Kadar gula tinggi di dalam darah juga mengakibatkan mudahnya lemak menempel pada dinding pembuluh darah sehingga menyebabkan mengerasnya dinding pembuluh darah, atau disebut aterosklerosis. Dengan rusaknya pembuluh darah berakibat pada kerusakan berbagai organ tubuh.

Jumlah kadar gula yang tinggi juga dapat menunda pelepasan melatonin di otak, padahal hal ini penting untuk mengontrol tidur. Sedangkan, kurang tidur sendiri dapat meningkatkan kebutuhkan tubuh terhadap gula. Kurang tidur mengakibatkan keseimbangan glukosa darah terganggu, ini akan merangsang keinginan untuk mengonsumsi lebih banyak gula.

Terlepas dari pentingnya gula hingga efeknya bagi tubuh, seperti apa gula terbaik yang dibutuhkan untuk kesehatan manusia?

Gula yang tidak baik bagi tubuh adalah jenis gula buatan seperti gula rafinasi dan pemanis buatan. Gula ini masuk kategori berbahaya bila dikonsumsi berlebihan seperti menjadi penyebab diabetes melitus, serangan jantung hingga stroke. Kurangi konsumsi gula jenis sukrosa atau glukosa. Gula jenis ini adalah bahan pangan yang beredar di pasaran dan dikenal dengan istilah gula yang selama ini digunakan di dapur untuk memasak, menyajikan minuman dan sebagainya. Gula buatan seperti gula rafinasi dan pemanis makanan, sudah jelas tidak baik bagi tubuh, bahkan dikategorikan sangat berbahaya apabila dikonsumsi melebihi takaran. Selain memicu diabetes, kelebihan konsumsi gula juga berisiko sebabkan serangan jantung dan stroke.

Kurangi konsumsi gula jenis sukrosa atau glukosa. Baik sukrosa atau glukosa merupakan zat yang selama ini dikenal dengan nama 'gula' dan selalu dilibatkan dalam urusan masak memasak, membuat kue, atau menyajikan teh dan kopi. Zat ini cepat diserap tubuh untuk diubah menjadi energi namun juga berefek buruk jika dikonsumsi berlebihan.


Salah satu gula terbaik dapat ditemukan pada buah dan sayuran yaitu dari jenis fruktosa dan laktosa. Bbuah dan sayuran juga mengandung vitamin, mineral, dan serat. Kombinasi tersebut sangat baik dalam memberikan kondisi metabolisme tubuh yang prima. Buah - buahan mengandung gula alami (dari Tuhan), yang terdiri campuran sukrosa, fruktosa, dan glukosa, mengenai sedikit banyak tergantung secara alami. Banyak orang menganggap bahwa gula dalam buah - buahan termasuk jenis yang berbahaya bagi kesehatan. Padahal kenyataannya, fruktosa hanya berbahaya dalam jumlah berlebihan dan tidak menjadi berbahaya ketika berasal dari buah-buahan, karena sangat sulit bagi tubuh kita untuk mengonsumsi fruktosa berlebihan hanya dengan makan buah.

Inti Masalah Gula Bagi Tubuh

Gula adalah karbohidrat. Karbohidrat dan semua turunannya adalah gula. Sifat gula adalah meleleh bila dipanaskan (berbentuk karamel). Inilah persoalan dari gula. Karamel gula atau disebut juga Glycation inilah yang mengikat macam - macam komponen dalam tubuh. Lemak yang terikat oleh glycation akan menyebabkan plak. Dan plak ini akan menyumbat aliran darah dari jantung ke titik - titik lain.

Contoh lagi, kolesterol juga terikat oleh glycation. Kolesterol yang terikat inilah yang menyebabkan orang sakit kolesterol. Jadi masalahnya bukan kolesterolnya, tapi yang mengikat kolesterol. Selama kolesterol dalam kondisi liquid atau cair dan tetap beredar di darah, maka tidak masalah.
Begitu juga dengan asam urat. Asam urat itu juga penting dan dibutuhkan tubuh. Sebenarnya semakin tunggi asam urat maka tinggi juga kadar antioksidannya. Dengan demikian tubuh tidak akan mudah terkena efek radikal bebas. Tapi mengapa ada orang sakit asam urat?, ya karena crystal asam uratnya terikat karamel gula. Walau asam urat anda tinggi, selama dia tidak terikat, maka tubuh akan tetap sehat.
Begitu pula kasus - kasus pada organ tubuh lainnya.

Bersikap Bijak Mengkonsumsi Gula

Jadi, jika ingin mengonsumsi makanan manis dan mengandung gula, pilih sumber makanan mengandung gula alami seperti dari buah dan sayur. Batasi konsumsi gula pasir, gula rafinasi yang umum digunakan masyarakat. Akan lebih efektif jika dikurangi konsumsinya, kecuali tubuh memiliki aktivitas fisik yang berat dan padat seperti atlet atau olahragawan, tidak masalah mengkonsumsi gula pasir dengan takaran sedikit agak banyak.

Imbangi juga dengan konsumsi produk probiotik yang bagus, dalam hal ini probiotik akan membantu mengubah rumus kimia gula agar seimbang dan tetap cair dalam pembuluh darah sehingga tidak berbahaya.

Demikian uraian singkat soal efek gula bagi tubuh, seperti apa gula terbaik yang layak dikonsumsi tubuh. Silahkan baca juga artikel lain yang berhubungan pada situs probiotik ini.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Soal Efek Gula Bagi Tubuh, Seperti Apa Gula Terbaik?

0 comments:

Post a Comment